Kamis, 03 Maret 2011

sejarah bunga bangkai

Kamis, 03-03-2011   RSS Feed

Silvi Anhar

Bunga Bangkai bukan Rafflesia Arnoldii

Minggu, 25-05-2008 09:25:48 oleh: Silvi Anhar
Kanal: Iptek
Bunga Bangkai bukan Rafflesia Arnoldii
“Bu, aku bingung, sebenarnya bunga bangkai itu Rafflesia arnoldii atau bukan? Tapi kok gambarnya beda ”, Tanya seorang siswa SD kepadaku, sambil menunjukkan dua gambar yang berbeda.
Yang satu berbentuk :
Bunga Bangkai (Amorphophallus titanium )









Dan satu lagi berbentuk :
Padma Raksasa (Rafflesia arnoldii)




Nah, terkadang di buku-buku pelajaran sekolah, yang tertulis dibawah gambar kedua gambar itu tertulis “bunga Bangkai Rafflesia Arnoldi”.

Dulu, aku pun menganggap bahwa Rafflesia arnoldii adalah Bunga Bangkai. Atau Bunga Bangkai adalah Rafflesia arnoldii. Tetapi, suatu hari, seorang siswa SD berpikir kritis, bingung melihat dua bentuk gambar yang berbeda, tetapi dengan nama yang sama “bunga bangkai Rafflesia arnoldii”.
Akhirnya, karena ditanya demikian, awalnya saya pun menjawab, sama, namun siswa ini protes.. “loh Bu, kalo namanya sama, tapi kok gambarnya beda? Aku jadi bingung Bu…”
Setelah aku perhatikan buku pelajaran tersebut, aku pun ikut-ikutan bingung. Maka suatu hari, aku pun mencari tahu, apa sih Bunga Bangkai itu? Apa sih Rafflesia Arnoldi itu? Sama atau beda? (wahhh biologi ku ga kompeten nich? )
Mulailah aku bertanya pada 'Bu Google', namun umumnya yang kudapat belum memuaskanku, lalu aku pun mencoba bertanya pada 'Bu Wikipedia', dan langsung ku dapat.
Jadi, Rafflesia arnoldii, dikenal sebagai Patma raksasa (Rafflesia arnoldii) yang merupakan tumbuhanparasit obligat, yang terkenal karena memiliki bunga berukuran sangat besar, bahkan merupakan bunga terbesar di dunia. Ia tumbuh di jaringan tumbuhan merambat (liana) Tetrastigma dan tidak memiliki daun sehingga tidak mampu berfotosintesis. Tumbuhan ini endemik di Pulau Sumatera, terutama bagian selatan (Bengkulu, Jambi, dan Sumatera Selatan). Taman Nasional Kerinci-Seblat merupakan daerah konservasi utama spesies ini. Jenis ini, bersama-sama dengan anggota genus Rafflesia yang lainnya, terancam statusnya akibat penggundulan hutan yang dahsyat.
Bunga ini merupakan parasit tidak berakar, tidak berdaun, dan tidak bertangkai. Diameter bunga ketika sedang mekar bisa mencapai 1 meter dengan berat sekitar 11 kilogram. Bunga menghisap unsur anorganik dan organik dari tanaman inangTetrasigma. Satu-satunya bagian yang bisa disebut sebagai "tanaman" adalah jaringan yang tumbuh di tumbuhan merambat Tetrastigma. Bunga mempunyai lima daun mahkota yang mengelilingi bagian yang terlihat seperti mulut gentong. Di dasar bunga terdapat bagian seperti piringan berduri, berisi benang sari atau putik bergantung pada jenis kelamin bunga, jantan atau betina. Hewan penyerbuk adalah lalat yang tertarik dengan bau busuk yang dikeluarkan bunga. Bunga hanyaberumur sekitar satu minggu (5-7 hari) dan setelah itu layu dan mati. Presentase pembuahan sangat kecil, karena bunga jantan dan bunga betina sangat jarang bisa mekar bersamaan dalam satu minggu, itu pun kalau ada lalat yang datang membuahi. (sumber, wikipedia)
Nah sedangkan Bunga Bangkai adalah jenis Amorphophallus titanium. Bunga ini memberi pesona tersendiri karena disamping keindahan juga pertumbuhannya yang tinggi dan besar. Itulah sebabnya disebut juga dengan Suweg Raksasa.
Bunga ini muncul dari dalam tanah berasal dari umbi tumbuhan yang telah hilang pada akhir masa pertumbuhannya. Dalam masa perkembangan, bunga atau kembang sangat tergantung pada umbi yang ada di dalam tanah.
Bunga ini terdiri dari : tangkai bunga, kelopak atau selundang dan bongkol berbentuk tugu ditengah-tengah kelopak bunga.
Perkembangan bunga yang dimulai sejak berbentuk kuncup hingga menjadi kayu diperkirakan kurang lebih 2 bulan. Bunga bangkai yang tumbuh, memiliki siklus dari mulai kuncup hingga mekar jauh leih cepat sekitar 22 hari dan waktu tercepat pada saat kelopak bunga layu hanya sekitar 24 jam.
Banyak orang mengidentikannya dengan bunga bangkai yang satu lagi yaitu Rafflesia arnoldi bunga terbesar di dunia (padma raksasa).
Pada hal keduanya memiliki perbedaan yang sangat prinsipil.
Persamaan yang paling menonjol diantara kedua kembang ini terletak pada bau atau aroma yang disebarkan.
Sedangkan perbedaannya meliputi :
  • Dalam hal bentuk, dimana Rafflesia arnoldi berbentuk bundar melebar sedangkan Arorphophallus titanum berbentuk kerucut seperti agung yang masih berbalut;
  • Bianga Arorphophallus titanum adalah umbi yang tertanam di dalam tanah. Sedangkan Rafflesia arnoldi merupakan parasit yang tumbuh pada akar-akar liana dan yang menyebarkannya terutama adalah babi hutan yang tidak sengaja melukai akar liana dengan injakan. Pada injakan bekas kuku babi hutan itulah spora rafflesia tersimpan dan menemukan tempat yang cocok untuk tumbuh. (sumber: www. Dephut.go.id/SUMUT)
Nah, jadi, demikianlah, ternyata selama ini aku selalu menganggap rafflesia arnoldii adalah bunga bangkai dan bunga bangkai adalah Rafflesia arnoldii.
Padahal yang sama cuma pada Bau- nya saja untuk menarik perhatian sang Lalat untuk proses penyerbukan pada masing-masing bunga tersebut. Tetapi jenis dan bentuknya adalah berbeda sama sekali.
Semoga para penerbit buku, hati-hati dalam menampilkan gambar serta penulisan nama pada kedua gambar yang berbeda tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar